Mempawah — RSUD dr. Rubini Mempawah menggelar rapat koordinasi layanan Tuberkulosis (TB) yang dipimpin langsung oleh Plt. Direktur RSUD dr. Rubini, dr. Riska Susanti. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya penguatan sistem pelayanan TB yang aman, cepat, dan terintegrasi di lingkungan rumah sakit.
Rapat koordinasi ini dihadiri oleh jajaran manajemen dan lintas unit pelayanan, di antaranya Plt. Kepala Bagian Tata Usaha, kepala bidang, kepala seksi, Komite Medik, Komite Mutu, Komite Keperawatan, Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), Manager Pelayanan Pasien (MPP), Kepala Instalasi Rawat Jalan, Kepala Instalasi Farmasi, Kepala Unit IT, Dokter Spesialis Paru, dokter penyakit dalam, serta Tim TB RSUD dr. Rubini.
Dalam arahannya, dr. Riska Susanti menyampaikan sejarah perkembangan pelayanan TB mulai dari masa RSUD dr. Rubini lama hingga sistem pelayanan TB yang diterapkan saat ini. Beliau menegaskan pentingnya pelayanan TB yang sesuai alur guna mencegah risiko penularan kepada pasien lain, pengunjung, maupun petugas rumah sakit.


Mempawah, 19 Mei 2026 — RSUD dr. Rubini Mempawah menggelar kegiatan In House Training (IHT) Proteksi Kebakaran dan Penanganan Bencana pada Selasa, 19 Mei 2026 bertempat di Aula A RSUD dr. Rubini Mempawah. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan seluruh petugas rumah sakit dalam menghadapi kondisi darurat, khususnya kebakaran dan bencana di lingkungan rumah sakit.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Plt. Direktur RSUD dr. Rubini Mempawah, dr. Riska Susanti. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa pelaksanaan IHT ini sangat penting bagi seluruh petugas RSUD dr. Rubini agar memiliki kesiapsiagaan, keterampilan, dan pemahaman yang baik dalam penanggulangan kebakaran maupun bencana.
“Pelatihan ini sangat penting agar seluruh petugas RSUD dr. Rubini mampu tanggap dan cakap dalam menghadapi situasi kebakaran maupun bencana, baik di lingkungan rumah sakit maupun di Kabupaten Mempawah. Dengan adanya pelatihan ini diharapkan seluruh unit memahami tahapan, alur, dan tindakan cepat dalam penanganan kebakaran atau Code Red di RSUD dr. Rubini,” ujar dr. Riska Susanti.

Mempawah – RSUD dr. Rubini Mempawah terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, salah satunya melalui sosialisasi petugas penerjemah hambatan bahasa di lingkungan rumah sakit. Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan melalui pertemuan internal dan apel pagi yang diikuti oleh civitas hospitalia RSUD dr. Rubini Mempawah.
Sosialisasi tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut dari Surat Keputusan Direktur RSUD dr. Rubini Mempawah Nomor 400.7.27/004.G/RSUD/2026 tentang Petugas Penerjemah Hambatan Bahasa Dalam Pelayanan di RSUD dr. Rubini Mempawah.
Dalam kegiatan ini, seluruh pegawai diberikan informasi terkait ketersediaan petugas penerjemah bahasa yang dapat membantu komunikasi antara tenaga kesehatan dengan pasien maupun keluarga pasien yang memiliki keterbatasan dalam penggunaan Bahasa Indonesia.

RSUD dr. Rubini Mempawah melakukan kunjungan kerja ke RSUD Sambas dalam rangka pembentukan dan penerapan Unit Organisasi Bersifat Khusus (UOBK). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan tata kelola pelayanan rumah sakit yang lebih efektif, profesional, dan terintegrasi dengan sistem pemerintahan daerah.
Kunjungan tersebut diikuti oleh PLT Direktur RSUD dr. Rubini Mempawah bersama lintas perangkat daerah, yaitu Asisten III Setda Kabupaten Mempawah, Bagian Organisasi Setda Kabupaten Mempawah, Bapperida Kabupaten Mempawah, BPKAD Kabupaten Mempawah, BKPSDM Kabupaten Mempawah, Dinas Kesehatan PP dan KB Kabupaten Mempawah, serta Inspektorat Kabupaten Mempawah.
Dalam kegiatan ini, rombongan melakukan diskusi dan sharing terkait mekanisme pembentukan, tata kelola, regulasi, hingga implementasi UOBK di rumah sakit daerah. RSUD Sambas dipilih sebagai lokasi kunjungan karena telah menerapkan sistem UOBK dalam pengelolaan organisasinya.

RSUD dr. Rubini Mempawah melaksanakan kegiatan simulasi Code Blue yang diselenggarakan bersama 118 Emergency Assistance dan diikuti oleh peserta kegiatan In House Training (IHT) Early Warning System (EWS) dan Code Blue.

Kegiatan simulasi ini dilaksanakan sebagai bentuk peningkatan kompetensi tenaga kesehatan dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan di lingkungan rumah sakit, khususnya pada pasien yang mengalami henti napas maupun henti jantung. Dalam simulasi tersebut, peserta mempraktikkan alur penanganan pasien gawat darurat mulai dari deteksi dini kondisi pasien, aktivasi tim Code Blue, hingga tindakan resusitasi secara cepat dan terkoordinasi.

Simulasi berlangsung dengan antusias dan melibatkan berbagai unsur tenaga kesehatan, sehingga peserta dapat memahami peran dan tanggung jawab masing-masing dalam situasi darurat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana evaluasi kesiapan rumah sakit dalam memberikan respon cepat terhadap kondisi kritis pasien.

Subcategories