
Mempawah, 30 Maret 2026 — RSUD dr. Rubini Mempawah menyelenggarakan kegiatan In House Training (IHT) Pelatihan Advance Cardiac Life Support (ACLS) bagi tenaga medis dan keperawatan di lingkungan rumah sakit. Kegiatan ini berlangsung mulai tanggal 30 Maret hingga 4 April 2026, dengan metode pelatihan daring pada hari pertama dan dilanjutkan secara luring hingga akhir kegiatan.
Pelatihan ini secara resmi dibuka oleh Plt. Direktur RSUD dr. Rubini Mempawah, dr. Riska Susanti, serta dihadiri oleh jajaran manajemen rumah sakit. Peserta yang mengikuti kegiatan ini terdiri dari dokter dan perawat yang merupakan garda terdepan dalam penanganan kegawatdaruratan medis.
Pada pelaksanaan pelatihan ini, RSUD dr. Rubini Mempawah menghadirkan tim instruktur profesional dari AGD 118 sebagai narasumber utama. Pelatihan ACLS oleh AGD 118 merupakan program intensif bersertifikasi yang ditujukan untuk meningkatkan kemampuan tenaga medis dalam menangani kegawatdaruratan jantung, khususnya pada 10 menit pertama yang sangat krusial dalam menyelamatkan nyawa pasien.
Materi pelatihan mengacu pada standar internasional dari American Heart Association (AHA), yang mencakup penanganan henti jantung, aritmia, serta berbagai kondisi darurat kardiopulmoner lainnya. Peserta juga dilatih untuk mampu bekerja secara tim, mengambil keputusan klinis secara cepat, serta melakukan tindakan resusitasi secara efektif dan terstandar.
Dalam sambutannya, dr. Riska Susanti menyampaikan bahwa pelatihan ACLS merupakan langkah strategis dalam meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit, terutama dalam menghadapi kasus kegawatdaruratan yang membutuhkan penanganan cepat, tepat, dan terintegrasi.

Pelatihan ini memiliki sejumlah manfaat penting, di antaranya:
• Meningkatkan kualitas pelayanan kepada pasien dalam kondisi kritis, khususnya kegawatdaruratan jantung dan pernapasan.
• Mengembangkan kompetensi SDM, sehingga tenaga medis memiliki keterampilan klinis yang sesuai dengan standar nasional dan internasional.
• Meningkatkan keselamatan pasien (patient safety) melalui penerapan prosedur yang tepat dan terstandarisasi.
• Mendukung kesiapan akreditasi rumah sakit, karena kompetensi tenaga medis menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian mutu layanan.
Selain itu, melalui pelatihan ini peserta diharapkan mampu menstabilkan kondisi pasien gawat darurat kardiovaskular sebelum penanganan lanjutan oleh dokter penanggung jawab, sehingga meningkatkan peluang keselamatan pasien secara signifikan.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, RSUD dr. Rubini Mempawah menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan serta kesiapan menghadapi proses akreditasi secara berkelanjutan. Diharapkan seluruh peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam praktik sehari-hari demi memberikan pelayanan yang profesional, responsif, dan berkualitas kepada masyarakat.




